
BANDUNG, KABARDEWAN.COM-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandung meminta Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disparbud) lebih menggali potensi wisata cagar budaya. Kota Bandung tercatat memiliki 1770 cagar budaya.
Hal itu mengemuka saat Komisi D DPRD Kota Bandung melakukan rapat kerja dengan Disparbud Kota Bandung di Gedung DPRD Kota Bandung Jalan Sukabumi no 30, Rabu 29 Maret 2023.
“Cagar budaya di Kota Bandung memiliki potensi untuk menjadi destinasi wisata,” ujar Sekretaris Komisi D DPRD Kota Bandung, Heri Hermawan.
Menurut Heri dibutuhkan pendekatan yang berbeda untuk mendorong cagar budaya yang ada di Kota Bandung menjadi tempat wisata.
Heri mencontohkan Kota Semarang yang memiliki cagar budaya Kota Tua yang menjadi favorit para wisatawan berkunjung.
“Di Kota Semarang, tempat wisata yang langsung teringat adalah kawasan Kota Tua. Ini juga perlu dilakukan kepada cagar budaya kita yang ada di Kota Bandung, agar memiliki nilai wisata,” ujarnya.
Heri menambahkan, selama ini Kota Bandung terkenal sebagai kota kuliner, desain, dan fesyen yang menjadi tujuan pariwisata. Namun demikian, potensi cagar budaya sebagai tempat tujuan wisata juga perlu mendapat perhatian pemerintah.
“Potensi cagar budaya sebagai destinasi wisata sangat besar, dan ini perlu didukung kita bersama,” ujarnya.
Pelestarian
Sementara itu Ketua Komisi D DPRD Kota Bandung, Aries Supriyatna menyinggung soal pelestarian cagar budaya. “Program pelestarian dan pengelolaan cagar budaya perlu terus diupayakan dan dimaksimalkan di Kota Bandung,” ujar Aries.
Menurut Aries, upaya melestarikan dan mengelola cagar budaya dibutuhkan inovasi dan kreatifitas. Diharapkan kedepannya, cagar budaya yang ada di Kota Bandung semakin dikenal oleh masyarakat luas.
Anggota Komisi D lainnya, Hasan Faozi menyoroti perlunya perhatian kepada pelaku budaya atau budayawan terutama terkait kesejahteraan. Hal ini karena budayawan merupakan yang garda terdepan dalam melestarikan budaya di Kota Bandung.
“Budayawan dan pelaku budaya juga perlu diperhatikan oleh pemerintah, sehingga upaya melestarikan kebudayaan di Kota Bandung terus berlanjut,” ujarnya.(*)
